"PORT NUMBAY" Jayapura by papua_land

Jayapura Travel Guide: 11 reviews and 36 photos

Port Numbay

Letak kota ini memang menarik. Selain letaknya yang tak jauh dari perbatasan dengan Papua Niugini, Jayapura terletak di antara topografi yang berbukit-bukit. Di antara celah pegunungan yang menghadap ke arah Teluk Yos Sudarso dan Teluk Yotefa, Kota Jayapura seakan berada dalam sebuah ruang tapal kuda, dengan kedua sisinya yang ber-ada di ketinggian.
Di atas ketinggian itu, kita tak hanya disuguhi bagian kota yang berada di tepi pantai. Tapi juga hamparan Samudra Pasifik yang berair biru, jernih, dan seolah tak berombak.
Sejarah kota ini pun tak kalah uniknya. Jayapura adalah kota yang yang tak bisa dipisahkan dari kecamuk PD II. Di kota inilah Jenderal Mc.Arthur pernah mendarat sebelum meneruskan penyerbuannya mengusir Jepang dari kawasan Pasifik. Di Abepura, jejak bersejarah itu diabadikan dalam bentuk sebuah tugu peringatan, termasuk tugu pendaratan Jepang.
Sebelum PD II, ketika masih dalam kekuasaan kolonialisme Belanda, kota ini diberi nama "Hollandia", yang berarti daerah yang berbukit-bukit dan berteluk. Namun setelah berada dalam pemerintahan RI tahun 1963, kota ini berganti nama menjadi "kota baru", sampai kemudian pada tahun 1969 berganti lagi menjadi Sukarnopura, hingga sejak tahun 1975 diubah menjadi Jayapura, sampai sekarang.
Sebelum kawasan ini menjadi kota, orang menyebutnya dengan nama "Port Numbay". Meski kondisi infrastrukturnya yang terkesan kurang memadai, Jayapura sebagai sebuah tempat bagi perjalanan wisata menyuguhkan panorama alamnya yang elok.
Tak hanya Danau Sentani, melainkan juga Pantai Base G di Tanjung Swaja, di situ terdapat lukisan dinding karang peninggalan prasejarah. Atau, berdirilah di pusat kota, maka akan terasa bagaimana kita dikepung oleh rumah dan bangunan-bangunan yang terletak di ketinggian bukit. Bangunan dan rumah-rumah itu, seakan menempel di seluruh dinding bukit. Topografi Jayapura membuat arsitektur ruang kota ini memiliki ciri khasnya yang menarik.
Selain itu, berjalan-jalan sepanjang Kota Jayapura, terutama sore hari, kita akan bisa menyaksikan kehidupan warga kotanya yang menunjukkan keberagaman yang berbaur secara menarik.
Tak hanya warna kulit antara penduduk asli dan para pendatang, tapi keberagaman di antara para penduduk pribumi sendiri yang terdiri dari sekira 268 suku yang berbeda bahasa dan budayanya.
Meski pun di tengah sebuah pulau terdapat salib berukuran besar di puncak bukit yang menghadap ke laut, yang penuh lampu jika malam hari, namun di Jayapura, kita akan dengan mudah menemukan para perempuan-perempuan berjilbab. Demikian pula ketika waktu salat, masjid-masjid semarak mengumandangkan adzan dan lantunan Alquran.
Akomodasi di kota ini menyediakan hotel berbagai kelas, termasuk yang bertaraf internasional. Untuk transportasi, tersedia berbagai kendaraan carteran, atau angkutan kota yang disebut dengan taksi.
Meski di Jayapura juga terdapat rumah makan Padang, gudeg Solo, pecel lele, atau bakso, tapi jangan berharap bahwa harganya akan sama dengan harga di Pulau Jawa. Paling tidak, inilah yang dialami penulis ketika makan bersama penyair Ahmad Syubbanuddin Alwy, untuk dua porsi gulai ikan kakap, kami dikenai harga Rp 111.000,00. Ini tentunya tak berlaku bagi mereka yang berkantung tebal.
Selain objek wisata seperti Pantai Base G, Danau Sentani, Taman Budaya Papua. Pasar Hamadi adalah tempat yang tak bisa begitu saja dilewatkan untuk mendapatkan cenderamata khas Papua. Tapi jangan bayangkan bahwa Pasar Hamadi adalah sebuah pusat cenderamata di Jayapura bagi para pelancong.
Ternyata, tempat itu adalah pasar tradisional dengan beberapa toko yang khusus menjual cenderamata. Dari mulai patung, topeng, kapak batu, panah, lukisan kulit kayu, koteka, kantong-kantong yang terbuat dari jaring tumbuhan, tifa dengan berbagai ukuran, dan benda budaya berbagai suku yang ada di Papua.

Hollandia

Ini adalah Kantor Gubernur Provinsi Papua

Tanjung Swaja

Tanjung Swaja adalah tanjung yang melindungi Kota Jayapura dari hantaman ombak lautan Pasifik

  • Last visit to Jayapura: Nov 2006
  • Intro Updated Nov 5, 2006
  • Add to Trip Planner (?)
  • Report Abuse

Reviews (3)

Comments (1)

  • RoyJava's Profile Photo
    Nov 1, 2007 at 11:06 AM

    Ahhh, terima kasih atas tipnya yng "Pantai Pasir Enam"... jadi Port Numbay dekat Jayapura, greets RoyJava, Holland

papua_land Lives Here!

papua_land

“Travel?? Why not?!”

Online Now

Male

Ranked Member
Member Rank:
1 7 7 3 5

Badges & Stats in Jayapura

  • 3 Reviews
  • 4 Photos
  • 0 Forum posts
  • 1 Comments
  • 3,213PageViews

Have you been to Jayapura?

  Share Your Travels  

Latest Activity in Jayapura

Photos in Jayapura

See All Photos (4)

Friends

No friends yet.