"WELCOME to KUDUS" Kudus by meiyergani

Kudus Travel Guide: 32 reviews and 58 photos

KUDUS ANNIVERSARY: 23 September 1549

Kudus is a regency in Central Java, located 51Km to the east of Semarang. This regency is bounded with Pati regency in east, Grobogan regency and Demak regency in south, and Jepara regency in west.

The city of Kudus was something of an important Islamic holy city in the sixteenth century. Nowadays, Kudus also famous with ‘Kota Santri’ or the city of Islamic Students. Sunan Kudus, was one of the nine Wali Sanga, said to have been the fifth imam (head) of the mosque of Demak. The Mosque of Kudus (Masjid Menara) which dates from 16th century period, remains a local landmark to this day.


Regarding to KUDUS as a small town, there is a history note which one would never Forget, the man name Ja'far ShoddiQ who is an important person in the existence of KUDUS, He is the man who established a mosQue in the year 956 H or 1549 M located at the northern parts of Central Java Region, the mosQue later on popular as AL MANAR or AL AQSHA, picking the name of AL AQSHA Mosque in Jerussalem which also call as Baitul MAQDIS or AL-QUDS from where the name of QUDS became KUDUS according to Java dialect.
Up to now, 1 Ramdhan 956 H (as the beginning of Fasting day) or 23 September 1549 was decided as KUDUS Town Anniversary

The Menara Kudus or Al-Manar Mosque is one of the oldest mosques in Indonesia, built at the time of Islam's spread through Java. The mosque preserves the tomb of Sunan Kudus, one of the nine Islamic saints of Java (the Wali Sanga), and it is a popular of pilgrimage poin.
Menara Kudus or Kudus Minaret is original architecture of Kudus mosQue, red bricks construction was specifically designated in accoedance to Hindu style, it was base on Sultan Kudus phylosophy in a respected to Hindu's society as a dominant culture during the Majapahit Kingdom


Ja’far Shoddiq mendirikan Masjid di daerah Kudus pada tahun 1956 H atau 1548 M. Semula diberi nama Al Manar atau Masjid Al Aqsho, meniru nama Masjid di Yerussalem yang bernama Masjidil Aqsho. Kota Yerussalem juga disebut Baitul Maqdis atau Al-Quds. Dari kata Al-Quds tersebut kemudian lahir kata Kudus, yang kemudian digunakan untuk nama kota Kudus sekarang.
Hari Jadi Kota Kudus di tetapkan pada tanggal 23 September 1549 M

* Bangunan Masjid dan Menara Kudus disesuaikan dengan seni bangun atau arsitektur Hindu. Ini akan memberikan kesan bahwa agama yang dibawa oleh Sunan Kudus sama dengan agama Hindu. Jadi masyarakat tidak terkejut atau menolak.

MENARA KUDUS

Menara Kudus or Kudus Minaret is an old building which constructed in 16th century by red bricks, it architecture was a mixing culture between Hindu-Java and Islam in line with the transition time from Majapahit Hindu's culture to the beginning of Demak Sultanate Islamic's culture.
Menara Kudus was established by Sunan Kudus as a symbol of harmony between Islam and Hindu during which time when the Sunan spreading Islam, almost all of Java peoples were Hindu's


Menara Kudus adalah bangunan tua yang terbuat dari batu bata merah berbentuk Menara yang merupakan hasil akulturasi kebudayaan Hindu-Jawa dan Islam. Menara Kudus bukanlah bangunan bekas Candi Hindu melainkan menara yang dibangun pada zaman kewalian / masa transisi dari akhir Kerajaan Majapahit beralih ke zaman Kerajaan Islam Demak.

Menara Kudus menjadi simbol “Islam Toleran” yang berarti Sunan Kudus menyebarluaskan agama Islam di Kudus dengan tetap menghormati pemeluk agama Hindu-Jawa yang dianut masyarakat setempat.
* Masyarakat Hindu menganggap bahwa sapi atau lembu adalah binatang suci yang tidak boleh diganggu. Sunan Kudus juga memerintahkan kepada masyarakat supaya jangan menyembelih lembu. Jika ini terjadi, maka masyarakat akan marah, sebab binatang kesayangannya diganggu.

Ada cerita rakyat di Kudus tentang 'apa sebab masyarakat Kudus sampai sekarang tidak menyembelih sapi'?. Sebelum kedatangan Islam, daerah Kudus dan sekitarnya merupakan Pusat Agama Hindu. Dahulu Sunan Kudus ketika dahaga pernah ditolong oleh seorang pendeta Hindu dengan diberi air susu sapi. Maka sebagai rasa terima kasih, Sunan Kudus waktu itu melarang menyembelih binatang sapi dimana dalam agama Hindu, sapi merupakan hewan yang dimuliakan.

* Lubang pancuran yang berjumlah delapan buah dan berbentuk kepala arca. Angka delapan ini menurut orang Buddha diartikan delapan jalan kebenaran.

GEOGRAPHY OF KUDUS

Kudus merupakan kabupaten terkecil di Jawa Tengah dengan luas wilayah mencapai 42.516 Ha atau sekitar 1,31 persen dari luas Provinsi Jawa Tengah. 48,40% merupakan lahan sawah dan 51,60% adalah bukan sawah. Letak Kabupaten Kudus antara 110 36' dan 110 50' BT dan antara 6 51' dan 7 16' LS. Jarak terjauh dari barat ke timur adalah 16 km dan dari utara ke selatan 22 km. Batas Kabupaten Kudus :

* Sebelah Utara : Kabupaten Jepara dan Pati
* Sebelah Timur : Kabupaten Pati
* Sebelah Selatan : Kabupaten Grobogan dan Pati
* Sebelah Barat : Kabupaten Demak dan Jepara

Secara administratif, Kabupaten Kudus terbagi dalam 9 kecamatan, 123 desa, 9 kelurahan. Kecamatan yang terluas adalah Kecamatan Dawe yaitu sekitar 8.584 Ha ( 20,19 % ) sedangkan yang paling kecil adalah Kecamatan Kota seluas 1.047 Ha ( 2,46 % ) dari luas Kabupaten Kudus. Sebagian besar jenis tanah di Kabupaten Kudus adalah aluvial coklat tua sebesar 32,12 % dari luas tanah di Kabupaten Kudus. Dimana sebagian besar tanahnya memiliki 0,2 derajat dan kedalaman efektif lebih dari 90 cm.

Pros and Cons
  • Pros:Ancient architecture of Java and Hindu
  • In a nutshell:THE Beauty of Menara Kudus
  • Intro Updated Aug 1, 2012
  • Add to Trip Planner (?)
  • Report Abuse

Reviews (6)

Comments

meiyergani

“Love for All, Hatred for None”

Online Now

Male

Top 1,000 Travel Writer
Member Rank:
0 0 6 0 2
Forum Rank:
0 0 2 8 4

Badges & Stats in Kudus

  • 6 Reviews
  • 9 Photos
  • 0 Forum posts
  • 0 Comments
  • 464PageViews

Have you been to Kudus?

  Share Your Travels  

Latest Activity in Kudus

Travel Interests

See All Travel Interests (5)